TIMES PONTIANAK, JAKARTA – Ambisi Donald Trump yang disertai dengan ancaman akan melakukan kekerasan merebut pulau Greenland, Denmark, telah membuat anak-anak di sana ketakutan.
Pemerintah Greenland kini sedang berusaha mengembalikan kepercayaan diri anak-anak Greenland kembali.
Sejak Trump berulangkali mengancam akan melakukan penggunaan kekuatan militer untuk mencaplok pulau Greenland itu, dampaknya adalah muncul ketakutan di antara anak-anak di Greenland.
Kamis kemarin, pelawak asal Bavaria, Maxi Schafroth, 41, menambah persoalan lagi dengan mengibarkan bendera Amerika Serikat di tiang bendera dekat pusat kebudayaan di ibukota Greenland, Nuuk.
Tindakan Maxi itu membuat penduduk Greenland semakin marah. Wali Kota distrik Kommuneqarfik Sermersooq yang mencakup ibu kota Nuuk, Avaaraq Olsen juga sangat marah.
"Mengibarkan bendera di pusat kebudayaan ibu kota kita, bendera negara adidaya militer yang selama berminggu-minggu telah mengisyaratkan penggunaan kekuatan militer terhadap negara kita, bukanlah lelucon," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Ini bukan hal yang lucu. Ini sangat berbahaya," tambahnya
Olsen mengatakan bahwa warga Greenland, khususnya anak-anak, khawatir dan ketakutan tentang situasi saat ini, tentang ambisi Trump yang akan mengerahkan kekuatan militernya untuk merebut Greenland.
"Ketika Anda memperbesar ketakutan-ketakutan itu demi konten, klik, atau tawa, Anda tidak bersikap berani atau kreatif," tegasnya.
"Anda menambah penderitaan populasi yang sudah rentan. Jadi, berhentilah sejenak sebelum merekam. Pikirkan sebelum Anda membuat sesuatu yang 'lucu'. Pertimbangkan apakah pertanyaan atau aksi Anda selanjutnya akan memberi informasi kepada dunia atau hanya membuat seorang anak menangis atau sebuah keluarga merasa ketakutan di negara mereka sendiri," ujarnya.
Ambisi teritorial Trump yang sudah lama terhadap Greenland, wilayah otonom Denmark itu memicu krisis paling serius dalam sejarah NATO sejak dibentuk pada tahun 1949.
Wali kota ibu kota Greenland menyerukan kepada para profesional media dan pembuat konten untuk bertindak secara bertanggung jawab pada hari Kamis setelah upaya seorang komedian Jerman untuk mengibarkan bendera AS gagal.
Maxi Schafroth mengaku sebagai pejabat AS sebelum pergi sambil mendapat tatapan tidak setuju dari warga setempat, menurut seorang jurnalis dari kantor berita AFP yang berada di lokasi kejadian.
Schafroth dikenal di Jerman karena keterlibatannya dalam program satir "Extra Drei," yang disiarkan oleh saluran regional NDR dan menarik lebih dari satu juta pemirsa.
Dalam pernyataan kepada Der Spiegel Jerman dan kantor berita Ritzau, saluran tersebut menyatakan penyesalannya setelah insiden tersebut. Menurut media lokal, Maxi Schafroth dilaporkan ke polisi dan kemudian didenda.
Rusia Tidak Mengklaim
Donald Trump selalu mengatakan kepemilikan Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS dan mengklaim, tanpa memberikan bukti, bahwa jika AS tidak menguasai wilayah tersebut, karena Rusia atau China yang akan menguasainya.
Namun pernyataan Trump itu menjadi mentah karena Rusia ternyata tidak pernah memiliki ambisi untuk menguasai Greenland.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergwy Lavrov dalam sebuah wawancara dengan media Turki mengatakan, banyak tokoh politik dan pakar di AS menunjukkan bahwa Moskow tidak memiliki klaim atas Greenland
Ia juga mencatat bahwa Presiden Vladimir Putin baru-baru ini menyampaikan pandangannya tentang situasi di Greenland menjelang pertemuan Dewan Keamanan Rusia.
"Presiden Vladimir Putin sangat jelas menyatakan bahwa Rusia tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Ini bukan urusan kita," kata dia.
Presiden juga mengatakan bahwa ada preseden penjualan dan akuisisi lahan di wilayah ini, dan ia yakin bahwa Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland akan mampu menyelesaikan masalah ini sendiri.
"Mengenai upaya Washington yang agak brutal menangani persoalan ini, kami telah mendengar apa yang dikatakan para pejabat dari pemerintahan Presiden AS. Bahwa Rusia tidak pernah mengajukan klaim apa pun terkait Greenland dan tidak memiliki pemikiran semacam itu hingga hari ini," tambah Lavrov. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Donald Trump Telah Menciptakan Ketakutan pada Anak-anak Greenland
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Ronny Wicaksono |