Rajai Asia, Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC Men's Champions League 2026
Kemenangan ini menempatkan Jakarta Bhayangkara Presisi sebagai tim voli Indonesia pertama yang berhasil merajai kompetisi antarklub elite Asia.
PONTIANAK – Sejarah emas baru saja diukir oleh dunia bola voli tanah air.
Wakil Indonesia, Jakarta Bhayangkara Presisi, sukses menobatkan diri sebagai raja voli Asia setelah keluar sebagai kampiun AVC Men's Champions League 2026.
Tampil di hadapan publik sendiri di GOR Ahmad Yani Pontianak, Minggu (17/5/2026) malam WIB, Bhayangkara Presisi menyudahi perlawanan sengit raksasa Iran, Foolad Sirjan Iranian, dengan skor 3-1 (25-20, 24-26, 25-23, 25-23).
Kemenangan ini menempatkan Jakarta Bhayangkara Presisi sebagai tim voli Indonesia pertama yang berhasil merajai kompetisi antarklub elite Asia, sekaligus mengunci tiket otomatis menuju Kejuaraan Dunia Voli Antarklub.
Laga Set Pertama
Pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran langsung menurunkan pilar utamanya sejak menit awal.
Kombinasi Nizar Zulfikar, Farhan Halim, Noumory Keita, Robertlandy Simon, Rok Mozic, dan libero Abhinaya langsung tampil menggebrak dengan keunggulan cepat 4-1.
Foolad Sirjan Iranian yang dipimpin oleh bintang mereka, Aleksander Nikolov, mencoba mengimbangi lewat serangan balik cepat berpasangan dengan Toukhteh, Poriya, Ali Ramezani, Hajipour, dan Mahdi Marandi.
Skor sempat menipis 4-5, namun rentetan servis mematikan dari Noumory Keita kembali menjauhkan keunggulan tuan rumah menjadi 9-5 dan berlanjut hingga 13-9.
Memasuki pertengahan set, jual beli smas keras tidak terhindarkan. Saat Bhayangkara memimpin 19-13, juru taktik Foolad Sirjan, Nouri Ataei Behrouz, mengambil time-out.
Strategi ini sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 15-20. Kendati demikian, beberapa eror dari tim Iran di poin-poin kritis membuat Nikolov dkk tertinggal 17-23.
Smas geledek Noumory Keita akhirnya menyudahi set pertama dengan skor 25-20.
Laga Set Kedua
Memasuki gim kedua, Foolad Sirjan mengambil alih kendali permainan dan memimpin 5-3.
Bhayangkara Presisi terus menempel ketat hingga memangkas jarak menjadi 7-8 sebelum akhirnya servis ace dari Rok Mozic menyamakan kedudukan 8-8.
Laga berjalan luar biasa ketat dengan skor kembar yang terus berlanjut hingga kedudukan 12-12 dan 13-13.
Duel sengit tersaji di pertengahan set, di mana serangan tajam Nikolov dan Hajipour membawa Foolad memimpin tipis 17-16.
Bhayangkara sempat membalikkan keadaan menjadi 20-19, namun disamakan kembali menjadi 20-20.
Kesalahan servis dari Agil Angga di poin kritis membuat skor imbang 23-23, memberikan set point pertama untuk Foolad Sirjan 24-23.
Setelah melalui drama satu kali deuce, wakil Iran mengamankan set kedua dengan skor 26-24 sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Laga Set Ketiga
Tensi tinggi berlanjut di set ketiga. Kejar-mengejar angka langsung tersaji hingga Bhayangkara memimpin 9-6, yang kemudian disamakan oleh Nikolov dkk menjadi 9-9.
Skor kembar terus menghiasi papan skor dari 13-13 hingga 14-14. Foolad Sirjan sempat berada di atas angin saat memimpin 18-16 di fase akhir set.
Namun, mental baja ditunjukkan anak-anak asuh Reidel Toiran. Meski tertinggal 20-21, mereka sukses memaksakan skor imbang dari 21-21 hingga 23-23.
Bhayangkara akhirnya mengamankan set point 24-23, dan lagi-lagi Noumory Keita menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Iran dengan mencetak poin penutup untuk kemenangan 25-23. Skor berubah 2-1.
Laga Set Keempat
Foolad Sirjan langsung tancap gas di awal set keempat dengan keunggulan 5-3. Namun, respons cepat diberikan skuad Merah Putih.
Servis ace impresif dari Noumory Keita membuat Bhayangkara berbalik memimpin 7-5, sebelum menjauh ke angka 12-9 di pertengahan set.
Perlawanan gigih diperlihatkan Foolad Sirjan yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 13-13 dan 16-16. Atmosfer di GOR Ahmad Yani semakin bergemuruh saat skor terus kembar hingga menginjak angka 20-20.
Saat Bhayangkara unggul tipis 22-21, pelatih Foolad Sirjan kembali mengambil time-out. Taktik tersebut sempat membuahkan hasil hingga skor kembali sama kuat 22-22 dan 23-23.
Dalam situasi krusial ini, ketenangan menjadi pembeda. Smas tajam tidak terbendung dari Noumory Keita akhirnya menyudahi perlawanan wakil Iran dengan skor 25-23, sekaligus memastikan gelar juara bagi Indonesia.
Respons Kedua Tim
Usai laga, pelatih kepala Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas perjuangan luar biasa para pemain di atas lapangan.
"Ini adalah malam yang luar biasa bagi voli Indonesia. Para pemain menunjukkan mentalitas juara sesungguhnya, terutama di poin-poin kritis set ketiga dan keempat," ujar Reidel Toiran.
"Foolad Sirjan adalah tim yang sangat kuat, namun fokus dan disiplin taktik kami hari ini berjalan sempurna. Gelar ini untuk seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.
Di sisi lain, pelatih Foolad Sirjan Iranian, Nouri Ataei Behrouz, secara sportif mengakui keunggulan sang tuan rumah meski menyayangkan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan anak asuhnya.
"Selamat untuk Bhayangkara Presisi, mereka tampil luar biasa malam ini dan didukung atmosfer penonton yang luar biasa," ungkap Behrouz.
"Kami memiliki kesempatan di set ketiga dan keempat, namun kehilangan momentum karena beberapa kesalahan sendiri. Ini pelajaran berharga bagi tim kami," sambungnya.
Dengan hasil ini, Jakarta Bhayangkara Presisi menorehkan tinta emas baru: menjadi klub voli putra Indonesia pertama yang tidak hanya berhasil menembus kejuaraan dunia, melainkan juga sukses bertakhta sebagai raja voli Asia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

