TIMES PONTIANAK, BLORA – Minimnya jumlah peserta didik membuat SDN 1 Patalan, Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Jawa Tengah harus bersiap menjalani kebijakan regrouping.
Rencana peleburan dengan SDN 2 Patalan tersebut diterima dengan lapang dada oleh para guru maupun orang tua siswa.
Kepala SDN 1 Patalan, Dhian Mayasari, menyampaikan bahwa pihaknya hanya mengikuti kebijakan yang telah dikaji oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.
Menurutnya, Dinas Pendidikan telah melakukan visitasi langsung ke sekolah sebelum wacana regrouping muncul.
“Rencananya dari Dinas, kami diregrouping dengan SDN Patalan 2,” jelas Dhian.
Ia mengungkapkan, salah satu alasan utama regrouping adalah tidak adanya siswa baru kelas I pada tahun ajaran 2025–2026. Selain itu, jumlah keseluruhan siswa di SDN 1 Patalan saat ini hanya sekitar 30 anak.
“Rasio guru dan murid sudah tidak normal, 1 banding 3. Jumlah guru ASN ada 10, sementara kelas satu tahun ajaran ini tidak mendapatkan murid,” bebernya.
Dhian menambahkan, rencana regrouping tersebut juga telah disosialisasikan kepada orang tua siswa.
Saat Dinas Pendidikan melakukan visitasi, orang tua diundang untuk mengikuti rapat dan mendengarkan penjelasan secara langsung.
“Waktu rapat bersama dinas sudah disampaikan. Tidak ada kendala, orang tua siswa menerima,” tambahnya.
Sementara itu, para guru SDN 1 Patalan juga menyatakan kesiapan mengikuti kebijakan dari Dinas Pendidikan.
Bahkan, terbuka kemungkinan adanya penataan ulang penempatan guru ke sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pendidik.
“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Dinas yang akan mengatur dan menentukan guru-guru nanti dipindah ke mana,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan visitasi dan evaluasi ke sejumlah sekolah negeri yang berpotensi diregrouping.
“Jumlahnya ada sekira 30 SDN,” kata Nuril.
Beberapa sekolah tersebut berada di wilayah Kecamatan Blora Kota, di antaranya SDN 2 Tegalgunung, SDN 2 Kamolan, dan SDN 1 Patalan.
Selain itu, sekolah-sekolah lain juga tersebar di Kecamatan Randublatung, Kunduran, Sambong, Jepon, Jiken, Todanan, Banjarejo, Jati, Cepu, hingga Ngawen.
Meski demikian, Nuril menegaskan bahwa rencana regrouping ini masih bersifat wacana dan belum menjadi keputusan final.
“Perlu digarisbawahi, ini masih wacana, belum final. Masih dikaji dan dirapatkan terlebih dahulu. Kemungkinan masih bisa berubah, artinya tidak jadi diregrouping,” tegasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Minim Peserta Didik, SDN 1 Patalan Blora Bakal Dilebur
| Pewarta | : Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301] |
| Editor | : Ronny Wicaksono |